Khotbah Minggu 15 Januari 2012
1 Samuel 3:1-10
Ya Tuhan berilah aku pendengaran yang bagus
Mendengar setiap kali suara Tuhan memanggil kita. Banyak cara Tuhan menyapa kita dalam kehidupan kita. Namun sering kita tidak mendengar. malah kita lebih peka terhadap suara dunia ini ketimbang suara Tuhan. Pada hal suara dunia ini hanya membuat kenikmatan sesaat, panggilan Tuhan membuat kita bersukacita. Itulah yang dapat kita maknai dari panggilan Tuhan kepada hamba-Nya Samuel. Oleh sebab itu ketika kita dipanggil dan disapa Tuhan marilah kita menjawab: Ini aku Tuhan. Aku siap mendengarkan engkau.
13 Januari 2012
Khotbah Minggu
07 Januari 2012
Khotbah Minggu
Di Dalam Yesus ada perubahan
(Mark 1:4-11)
Kini kita telah memasuki tahun baru yakni tahun 2012. Tentu kita semua menghendaki sebuah perubahan. Mestinya perubahan ke arah yan lebih baik. Tetapi jangan terkejut dan salah memilih. Dunia saat ini sedang menawarkan perubahan dalam segala bentuk. Jika kita mengikutinya boleh saja ke arah lebih baik dan boleh saja kepada kebinasaan. Untuk memilih mana yang membawa kebaikan atau mana yang membawa kebinasaan kita perlu hati-hati. Tidak semua yang ditawarkan dunia ini membawa perubahan ke arah lebih baik. Tetapi perubahan yang diserukan oleh Yohanes pada khotbah minggu epiphanias adalah perubahan yang membawa kehidupan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Seruan perubahan yang dimaksudkan oleh Yohanes adalah perubahan di dalam Yesus. Artinya Yesus harus lebih nyata dalam kehidupan kita.Jika tahun lalu kehidupan kita belum menampakkan Yesus dengan sesungguhnya (misalnya: hidup serakah, dendam, jauh dari Tuhan, dll) maka untuk tahun ini marilah kita merubahnya. Itulah makna minggu epiphanias bagi kehidupan kita. Yohanes memberi contoh yang dialami secara langsung. Apa yang dia gambarkan melalui kehidupannya adalah sebuah pola hidup yang sederhana. Tidak perlu berpikir yang macam-macam. Kadang-kadang manusia memikirkan jauh pada hal kemampuannya tidak sanggup. Kalau hidup kita sudah memperlihatkan/menampakkan Yesus maka hidup kita pasti berobah. Dan perubahan itu menjadi berkat. Jadi siapakah yang mengalaminya? Hanya orang yang dibaptis dan mau bertobat. Amin
24 Desember 2011
Anak-anak Allah
Khotbah Minggu Natal I 25 Desember 2011
Menjadi Anak-Anak Allah
(1 Yohanes 3:1-6)
Ketika proklamator kemerderkaan RI pada 17 Agustus 1945 mengumumkan kemerdekaan Indonesia maka resmilah bangsa kita menjadi bangsa yang bermartabat, berdaulat dan memiliki jati diri (identitas) yang jelas. Siapapun tidak ada yang merampasnya sebab hal itu diperoleh sebagai anugerah Allah dan perjuangan bangsa Indonesia sendiri. Perjalanan hak kemerdekaan ini menjadi benang merah dalam mempertahankan Indonesia merdeka hingga saat ini. Sekalipun kita tetap dan masih mengalami berbagai ancman, tantangan dan pencobaan. Dan ternyata gamabaran seperti itu telah duluan dialami oleh bangsa Israel sebagaimana telah dinyatakan para nabi. Bangsa yang berjalan dalkam kekelaman melihat terang yang bersinar (Yes 9:1). Kemerdekaan dan kedaulatan yang telah dialami oleh bangsa Indonesia belum seberapa dengan kemerdekaan yang dialami dan diterima oleh Anak-Anak Allah melalui Kasih Allah di dalam Yesus Kristus.
Maka ketika perayaan dan suasana Natal kali ini kita peringati tidak lain halnya dengan proklamnasi akan kasih dan janji Allah kepada manusia dan dunia. Bahwa kita adalah anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Kemanusiaan kita tidak ada artinya jika bukan karena Allah yang telah mengangkat kita menjadi anak-anak yang dikasihinya. Oleh sebab itulah Natal ioni harus kita maknai sebagai pengulangan akan penegasan dan pemberitahuan kembali kepada dunia ini bahwa manusia yang sudah ditebus Allah melalui diri Anak-Nya Yesus Kristus adalah pewaris akan kerajaan sorga. Dunia tidak tahu akan hal itu sebab dunia ini tidak mengenal siapa Yesus yang dimaksudakan. Tetapi barang siapa yang telah menerima Yesus sebagai Yuruselamat dunia maka dialah yang berhak menerima janji-janji Allah. Sebab kita yang sudah dibaptiskan ke dalam nama Yesus kita telah masuk ke dalam penyaliban dan kebangkitannya.
Selanjutnya sebagai anak-anak Allah dan pewaris kerajaan Allah apa yanmg dapat kita lakukan? Paling tidak ada beberapa hal yang kita lakukan ketika kita menjadi Anak-anak Allah:
Pertama: Sebagai Anak-anak Allah harus memelihara janji Allah. Janji Allah untuk kita adalah janji keselamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Hanya ada satu nama yaitu Yesus Kristus menjadi Juruselamat kita. Terimalah Dia dan sambutlah kelahiran dan kedatanmgannya di dunia ini.
Kedua: Sebagai anak-anak Allah tentu harus meniru sikap Bapak. Like son, like father. Yesus anak Allah yang telah bersedia mati untuk kita dan merendahkan dirinya di bawah salib. Bahkan mengosongkan dirinya sebagai seorang hamba (Fil 2:5-7). Maka kita juga harus demikian, meneladani Kristus Songon parrohaon ni Kristus Jesus ma parohaonmuna . Hidup dengan kerendahan hati dan menjadi pelaku damai.
Ketiga: Sebagai anak-anak Allah tidak menyamakan diri dengan dunia ini. Dunia yang penuh dengan kegelapan dan "kaos" membuat manusia hidup dengan berbagai macam gaya kehidupannya. Tetapi anak-anak Allah tidak harus demikian. Janganlah kita serupa dengan dunia ini (Rom 12:1-3). Hidup anak-anak Allah harus benar-benar mencerminkan hidup suci dan tidak bercatat. Hidup dengan firman Tuhan dan menjadi pelaku Firman Tuhan. Amin. Selamat hari Natal, Kita adalah Anak-anak Allah
23 Desember 2011
Wisata Rohani
Wisata Rohani yang Menyenangkan
Oleh: St. YRB. Simanjuntak, SE
HKBP Jakasempurna
Pendahuluan
Dari judulnya saja, sudah jelas “Makna dan Tujuan” ber-Wisata Rohani ke beberapa tempat, di Sumatera Utara, yaitu “Taman Iman” di Sidikalang dan “Salib Kasih” di Tarutung. Sekaligus menjadi Wisata Alam ke tempat yang paling indah di Danau Toba, Pulau Samosir dan sekitarnya, tidak ada duanya. Tidak mudah mempersiapkan hal dimaksud dengan Rombongan Koor Ama, baik seluk-beluk perjalanan maupun persiapan rohani peserta, yang akhirnya sepakat, 37 orang.
Sebuah tekad dan kebersamaan
Mempersatukan hati dalam satu tujuan saja sudah sangat bagus, ditambah suasana Rohani dengan Lagu yang senantiasa disenandungkan, menambah Sukacita sepanjang perjalanan, timbul dalam perasaan, memang Tuhan senantiasa dekat dengan kita dan akan sangat sulit diulang menciptakan suasana seperti ini dikemudian hari. Bukan kami yang pertama mengadakan Wisata seperti ini, justru tergiur oleh cerita dari grup yang berwisata lebih dahulu. Namun, mengalami sendiri, merupakan rasa nikmat dalam sukacita, yang susah dilukiskan. Andai, Wisata berikutnya bisa diwujudkan sampai ke Holy Land, akan sangat luar biasa. Yang merancang Taman Iman, sangat pantas mendapat pujian dan kekaguman, dalam hal penataan dan pengaturan tata letak situs sejarah maupun bangunan disertai dengan pemandangan yang indah secara alami. Kami yakin, kemasa depan akan semakin diminati orang yang ingin ber-Wisata Rohani. Hal yang sama juga untuk Pengagas Salib Kasih, sepintas kondisi alam yang sulit, namun setelah mencapai Puncak (lokasi Salib yang megah) seperti memperoleh kepuasan yang luar biasa (seakan menemukan sesuatu yang mambahagiakan, yang belum pernah diperoleh) ditambah indah pemandangan ke Rura Silindung Tarutung.
Jemaat HKBP yang amat ramah
Demikian bagusnya sambutan HKBP Pancur Batu, dengan wajah berseri, dalam rangka Kunjungan Koor Ama ini, menyempatkan acara Evanggelisasi bersama Jemaat disana sampai Jam 11.00 malam, hampir seluruh bangku terisi penuh. Demikian juga sambutan HKBP Tarutung Kota, menyambut kunjungan kami dengan jamuan yang sangat bersahaja penuh dengan rasa persekutuan sesame Jemaat HKBP. Andaikata, Rohani kita bisa ber-Wisata sesering mungkin, dalam arti yang sesungguhnya, tentu Iman kita akan terjaga atau dibangunkan, untuk berharap terus pada yang tersalib, yaitu Tuhan Yesus. Apalagi bisa ditanamkan dalam kumpulan Koor, tentu akan merupakan persekutuan yang mempersatukan (sangat kompak) dan seutuh suara yang ditata apik/synkron, kemudian diperdengarkan dalam alunan harmonis nan merdu. Itulah tujuan yang sesungguhnya, kiranya kebersamaan (ber-Koinonia) dalam suatu kegiatan Koor Ama, perlu penyegaran, berupa Wisata, Kunjungan Gereja dan lain-lain, akan memperindah gerak rohani kita, keluarga terutama membantu atau berperan serta dalam pelayanan menjadi terasa bermakna. Rohani kita juga akan terpanggil menikmati Alami, yang tercipta dengan indah, seindah Alam Danau Toba, Pulau Samosir dan sekitarnya, pasti tidak akan bosan, menikmati segala sesuatu yang tersedia, termasuk Ikan yang cukup banyak dan merdunya kicauan burung yang bernyanyi bersahutan dan juga kehangatan air panas di Pangururan. Bagi yang jarang datang ke Sumatera Utara, tidak akan mudah bosan menjelajahi daerah yang sejuk, menyenangkan dan masih hijau dengan Hutan yang cukup lebat dan luas.
Bagi penulis, rada menggelitik, atas Tugu/Patung yang dibangun semakin banyak di sepanjang perjalanan, yang tidak bisa luput dari perhatian setiap yang melawat ke Bonapasogit tercinta. Apakah ini menunjukkan, bahwa masyarakat (Halak Hita) semakin dekat pada Tuhan, dengan menunjukkan Tugu/Patung, sebagai penghormatan kepada Orangtua/Ompung kita, atau tetap mengultuskan Nenek Moyang kita dalam kenangan seluruh keturunan ?
Perayaan jubileum 150 tahun HKBP
Kisah Wisata ini, karena bersamaan dengan Jubileum HKBP 150 Tahun, banyak yang mengira bahwa kunjungan kita, ke Pusat HKBP di Tarutung dalam rangka Perayaan tersebut. Tidak bisa dibantah, karena suasanya juga masih meriah disetiap daerah dan menunggu Perayaan Puncak di Jakarat (Gelora Bung Karno) tanggal 4 Desember 2011. Sehingga Perayaan Puncak di Senayan tersebut dihadiri oleh hampir 100.000 Jemaat menjadi bagian dari Wisata Rohani, menatap Ruas yang mensyukuri, kemurahan Tuhan atas berkat penyertaannya bagi Jemaat HKBP. Sungguh banyak yang terkagum-kagum pada penyelanggaraan acara dimaksud dan termasuk yang terbesar dan meriah.
Penutup
Kini giliran Rohani kita menyambut peringatan atas kelahiran (Natal) Tuhan Yesus sebagai penebus dosa kita dan Raja Damai bagi dunia, sehingga Rohani kita bisa bersyukur senantiasa, dan kalau mungkin, disambung dengan Wisata lainnya, baik berupa acara/kegiatan yang tetap menjalin keyakinan kita dengan Tuhan, bersyukur bersama seluruh Jemaat diberbagai tempat, bahkan dengan sekeliling kita, untuk menunjukkan buaah iman kita dengan menampilkan Bahasa Kasih dan Cita Damai, agar bisa menggiring Umat lainnya mencintai Tuhan Yesus, sang Raja di Raja.
Mari kita biasakan Rohani kita, berwisata berupa berbagai kegiatan bersama Gereja kita.
Salam,
Bekasi, 12 Oktober 2011
Tulisan ini merupaa pengalaman pribadi penulis selama i baonapasogit 25-29 Nopember 2011
17 Desember 2011
Khotbah Minggu
Iman yang kokoh
( Lukas 1:39-45)
Hidup di dalam keyakinan kepada Tuhan itulah senjata kehidupan kita di dalam menghadapi beratnya pergumulan hidup. Kehadiran Maria menjumpai Elizabeth yang sudah tua ternyata merupakan buah dari imannya kepada Allah. Dia akan segera memiliki anak melalui bayi yang dikandungnya. Allah sendirilah yang menjanjikan itu kepada mereka melalui Roh Kudus. Dengan tidak ragu-ragu Maria dan Elizabeth menantikan janji Tuhan bahwa mereka akan mendapat anak. Elizabeth memang sudah tua tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Kata-kata inilah yang mengingatkan kita akan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Biarlah kita besukacita karena Allah mengutus Anak-Nya Yesus Kristus menjadi Juruselamat kita. Itulah makna Minggu Advent yang keempat bagi kita saat ini. Hiduplah dengan iman yang kokoh sehingga membuahkan yang baik bagi kita. Tidak seorangpun yang dapat menghalangi rencana Allah terjadi dalam hidup kita. Jika Allah sudah berjanji maka hal itu akan terealisasi. Memang sering kita ragu dan sangsi akan pemberian Tuhan, akan tertapi biarlah perjalanan kehidupan kita ke depan lebih mengutamakan keyakinan kepada Tuhan Allah kita yang baik. Sehingga kita menuai sukacita dan kebahagiaan seperti yang terjadi kepada Maria dan Elizabeth. Orang yang selalu berharap kepada Tuhan akan mendapatkan buah daripada imannya. Tidak pernah kecewa sebab akan mendapatkan hasil dari pergumulannya. Amin
07 November 2011
Pelayanan
Pimpinan HKBP Resmikan HKBP Siborongborong Kota menjadi Ressort
Minggu, 6 Nopember 2011 kembali pimpinan HKBP melalui Kadep Marturia Pdt. Dr. Binsar Nainggolan meresmikan resort yang baru di HKBP. Ressort yang diresmikan ini adalah HKBP Siborongborong Kota menjadi Sabungan (Induk) dan HKBP Bethesda sebagai jemaat cabang. Terletak di pusat Kota Siborongborong Kab. Tapanuli Utara. Sehingga jumlah ressort di HKBP saat ini sebanyak 617 ressort, demikian menurut Pdt. Imelda Pakpahan, STh (waka Biro Umum HKBP) yang turut mendampingi Pimpinan. Sebelumnya Ressort yang baru ini masuk di dalam pelayanan HKBP Ressort Siborongborong Distrik XVI Humbang Habinsaran. Ibadah kebaktian Minggu berlangsung dengan sukacita di halaman gereja itu sendiri mengingat jemaat yang diperkirakan hadir mengikuti acara ini berjumlah ratusan orang. Pada acara kebaktian ini beberapa koor puji-pujian diperdengarkan sebagai rangkaian acara yang ditata dengan baik dari kantor pusat HKBP. Pdt. Debora P. Sinaga, MTh (Praeses) yang bertindak sebagai Liturgis memimpin acara dengan baik diikuti jemaat secara responsoria baik dalam pengakuan dosa maupun pembacaan epistel. Pelayanan firman disampaikan oleh Pdt. Dr. Binsar Nainggolan dengan melandaskan aplikasi khotbah yang ditetapkan untuk minggu ini yaitu Kej. 8:18-22. Pada uraian khotbahnya disebutkan bahwa Nuh yang digambarkan dalam Alkitab sebagai manusia yang diselamatkan dari air bah. Kalau diteliti secara mendalam ternyata Nuh sebelum diselamatkan dalam air bah itu memiliki 3 nilai plus yang dikatakan dalam Kej. 6:9. Dalam bahasa Batak disebutkan: “Jolma na bonar jala na daulat roha do si Noak i, maradophon donganna magodang, sai marparange mardonganhon Debata do si Noak i. Maka seiring dengan peresmian ressort yang baru ini serta huria HKBP Bethesda yang masuk ke dalamnya agar memiliki nilai plus seperti yang dimiliki oleh Nuh. Siborongborong yang terkenal dengan kota "ombusombus" memiliki warga masyarakat yang mayoritas jemaat HKBP membutuhkan pelayanan maksimal terutama kaum buruh, pedagang, dan “parterminal” itulah yang mendorong pembentukan ressort baru ini. Sehingga warga jemaat HKBP Siborongborong Kota sepakat menyampaikan permohonan ini kepada ressort melalui para majelis untuk dipertimbangkan. Ternyata gayung bersambut, rupanya keinginan peningkatan pelayanan di HKBP Ressort Siborongborong telah dipergumulkan mereka dan menjadi pembahasan dalam setiap sermon. Sehingga ketika permohonan tersebut tiba di ressort langsung ditindaklanjuti dan disampaikan ke kantor pusat HKBP di Pearaja Tarutung. Tidak lama kemudian permohonan tersebut ditelaah dan diproses pimpinan HKBP dan selanjutnya menerbitkan SK persiapan Ressort. Demikian disampaikan Pdt. Humiras Pangaribuan, STh, SE Pendeta HKBP Ressort Siborongborong dengan mantab. Lebih tegas lagi Pdt. Pangaribuan mengungkapgkan sukacitanya atas terwujudnya cita-cita ini. Alasannya sejak melayani di Ressort ini HKBP Siborongborong dikenal baik dan selalu bersatu dalam berbagai hal. Tidak ada persoalan yang merusak kesatuan warga jemaat, tentu hal itu menjadi sebuah modal awal, tandasnya. Pada acara kebaktian ini pula dikukuhkan Pdt. Dewi Sibarani, STh yang selama ini menjabat sebagai uluan Huria sekaligus pendeta persiapan Ressort. Seluruh jemaat yang hadir dari pada acara ini yang datang dari Ressort dan Distrik merasakan sukacita mengikutinya sampai selesai. Demikian pula dengan kehadiran para Pendeta, Guru Huria, Bibelvrouw, Diakones yang melayani distrik ini. Turut menyertai rombongan pimpinan HKBP antara lain Pdt.Imelda Pakpahan, Pdt. Linda Lumbantobing, Pdt. Ucok Hutasoit, Pdt. Pahala J. Simanjuntak dan Cln Pdt. Dina Nainggolan, STh. Usai kebaktian dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari memawikili Ressort ‘napajaehon”, mewakili huria-huria undangan, pemerintah, Praeses serta bimbingan dan pengarahan dari pimpinan HKBP. Setelah Pdt. Dr. Binsar Nainggolan menyampaikan bimbingan dan pengarahan dilanjutkan dengan makan siang dan penyampaian "tudutudu sipanganon". Seluruh undangan dan tamu menikmati hidangan makan siang dengan tertib mulai dari anak-anak hingga orangtua. Tidak ada keributan dan tidak ada saling berebutan karena kekurangan makanan. Panitia telah mempersiapkan dengan baik dan lezat. Tidak ketinggalan anak-anak mengungkapkan kegembiraanya dalam acara pesta yang dilakukan sesudah santab makan siang. Anak-anak sekolah minggu menampilkan tortor dan tumba yang langsung disambut orangtua dengan memberi "olopolop" berupa uang ribuan ke tangan anak-anak. Acara berlangsung hingga sore hari dengan mengikuti tertib acara yang disusun panitia, mulai dari tortor panitia, huria tetangga, parhalado, hasuhuton dan rombongan pimpinan HKBP. Usai semua acara dilaksanakan diakhiri dengan doa penutup oleh parhalado. Harapan kita setelah bertambahnya ressort di HKBP maka mutu pelayanan tentu akan meningkat pula. Semoga. (PJS)
05 November 2011
Khotbah
Pemimpin yang memiliki Visi
(Kejadian 8:18-22)
Nuh tidak berpikir hanya untuk dirinya tapi untuk orang lain juga. Setelah dia diselamatkan dari air Bah dia bertanya dalam dirinya ada apa dengan manusia sehingga Allah menghukum mereka? Baginya satu kesimpulan adalah bahwa manusia memberontak kepada Allah. Oleh sebab itu dia tidak menginginkan hukuman Allah terjadi dalam generasi yang diselamatkan ini. Satu hal yang dia lakukan adalah membangun kembali komunikasi manusia dengan Allah dengan mendirikan altar pemujaan. Hal itu menjadi titik awal dan titik terang baginya sebagai seoreang pemimpin. Artinya berkat keselamatan itu bukan hanya untuyk dirinya tetapi juga bagi orang lain yang percaya kepada Allah.
Kita telah beroleh keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. Apakah kita juga membagikan keselamatan itu kepada dunia dan orang yang belum beroleh keselamatan itu? Janji Allah tetap untuk orang yang merindukan keselamatan yang selama-lamanya. Terimalah berkat dan j anji Allah.
02 November 2011
Ressort Baru
Praeses HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy Resmikan Ressor Baru
Setelah menjadi persiapan ressort satu tahun lamanya, HKBP Semarang Barat dan HKBP Kaliungu dengan segera membenahi diri menjadi ressort yang baru di HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy. Dengan berbagai persiapan dan proses yang cukup panjang akhirnya terwujudlah cita-cita luhur itu pada Minggu 30 Oktober 2011. Pdt. Togar M. Hasugian, STh selaku Praeses HKBP Distrik XVIII Jabartengdiy atas nama Ephorus HKBP meresmikan persiapan Ressort Semarang menjadi Ressort yang baru. Peresmian ressort baru ini dilaksanakan dalam rangkaian ibadah Minggu yang berlangsung dengan hikmat. Kebaktian Minggu dilayani oleh Pdt. Drs. S. Situngkir, STh sebagai liturgis dan pelayanan khotbah disampaikan oleh Praeses sendiri. Pada acara kebaktian beberapa buah koor dikumandangkan sebagai puji-pujian dan ungkapan syukur dan sukacita atas hari yang bersejarah ini. Di antara hadirin yang memperdengarkan koor adalah Punguan Ina HKBP Salatiga, HKBP Kaliungu, Koor gabungan HKBP Semarang Barat serta koor AMA peserta Vestifal Koor Jubileum 150 Tahun HKBP dari Ressort Jawa Tengah serta NHKBP Semarang Barat. Dalam khotbahnya yang dijabarkan dari Maz 15:1-5, Pdt. Hasugian mengajak agar seluruh jemaat yang mendengar khotbah ini jangan menganggap dirinya layak masuk ke rumah Allah karena mengandalkan kemampuan, kekayaan, usaha dan segala yang ada padanya. Tetapi sebaliknya manusia layak menjadi anak-anak Allah dan penghuni rumah Allah adalah karena kasih karunia Allah. Itu makanya Dr. Marthin Luther berusaha keras menentang usaha-usaha gereja pada zaman dahulu yang mendasarkan keselamatan itu melalui usaha duniawi dan kemampuan pribadi. Pada hal menurut Luther keselamatan itu adalah anugerah Allah (sola gratia) yang diberikan kepada manusia yang percaya kepada Yesus Kristus (sola fide). Sebab itulah yang diajarkan oleh Alkitab (sola scriptura) sebagai pedoman hidup Kristen. Dengan demikian seluruh orang yang menerima Yesus Kristus tidak perlu ragu-ragu bahwa keselamatan itu disediakan bagi mereka. Usai penyampaian khotbah dan pengumpulan kollekte dilanjutkan acara peresmian ressort yang diawali dengan pembacaan SK Ephorus HKBP tentang HKBP Semarang menjadi Ressort yang baru oleh Majelis Sinode Distrik. Selanjutnya membacakan syarat-syarat dan hak/ kawajiban sebuah Ressort. Setelah semua tanggungjawab yang akan dipenuhi oleh Ressort yang Baru ini Praeses Hasugian meresmikan ressort dengan menyerahkan SK Pimpinan yang diterima oleh Pdt. Pahala Sitorus, STh didampingi oleh parhalado. Acara berlanjut dengan mengukuhkan Pdt. Pahala Sitorus, STh menjadi Pendeta ressort yang sebelumnya mermpersiapkan ressort ini. Pendeta Sitorus yang didampingi isterinya br. Sitanggang setelah dikukuhkan menjadi Pendeta Ressort berdiri menghadap ke jemaat. Seluruh jemaat merespon dengan gembira dan berkata: "kami menerima dan mendoakan Pdt. Pahala Sitorus, STh menjadi Pendeta HKBP Ressort Semarang". Hadir pada acara peresmian ini gereja-gereja di sekitar Semarang antara lain, HKBP Salatiga, HKBP Kertanegara dan para hamba-hamba Tuhan dari Ressort di wilayah Distrik Jabartengdiy dan dari luar Distrik. Serta para pelayan penuh waktu yang pernah melayani di jemaat ini. Usai kebaktian dilanjutkan dengan acara resepsi sambil penggalangan dana untuk menyelesaikan gedung serbaguna yang menelan biaya miliaran rupiah. Para hadirin memberikan partisipasi melalui lelang pribadi dan gotong royong. Serta memberikan sumbangan lagu yang tidak luput dari saweran. Demikian pula dengan tortor anak sekolah Minggu yang sungguh sangat bagus menarik perhatian para hadirin. Tortor anak-anak sekolah minggu juga berhasil menghimpun dana puluhan juta rupiah. Sehingga dana yang terkumpul pada acara ini sebesar 300 jura rupiah. Sungguh di luar perkiraan Panitia. Puji Tuhan demikian disampaikan Ny. Pdt. Sitorus-br. Sitanggang usai pesta. Bertindak sebagai MC pada acara pesta ini adalah Dr. Mika Lumbantobing, seorang pembawa acara yang sudah profesional dan berpengalaman. Acara berjalan penuh gelak dan tawa sambil mengajak para hadirin untuk bersukacita sekaligus berpartisipai dalam acara lelang. Kita doakan agar bertambahnya ressort yang baru di wilayah Semarang ini akan meningkatkan persekutuan dan persaudaraan di dalam Tuhan sesama orang Batak juga terhadap suku-suku sekitar. Demikian diungkapkan St. P. Lumban Gaol sembari mengajak seluruh warga jemaat bersatu dan bersehati dalam membacakan sejarah singkat HKBP Semarang Barat dan HKBP Kaliungu. HKBP Semarang Barat sebagai induk mempunyai anggota jemaat 300 jiwa atau 102 KK beralamat di Jl. Pamularsih no 100 Semarang. Gereja ini berdiri pada tahun 1941 sedangkan HKBP Kaliungu sebagai jemaat cabang memiiki jemaat sebanyak 150 jiwa atau 50 KK terletak di Kendal. Selamat dan sukses.
Baca Selengkapnya.....
10 Oktober 2011
FC Grace '89
Pertemuan Bulanan FC. Grace '89 STT-HKBP
Berkumpul, bercerita, makan bersama merupakan sebuah kebiasaan yang di antara sesama teman-teman tingkat ketika kuliah di STT-HKBP khususbya stambuk 89. Hari ini (10/10/2011) beberapa teman-teman hadir bersama di tempat yang sudah disepakati sebelumnya. Sebagai tuan dan nyonya rumah pada pertemuan semi reuni ini adalah Pdt. Osten M. Matondang, STh di rumah dinasnya PK Hephata Laguboti Tobasamosir. Berikut teman-teman yang datang adalah sebagai berikut:
Helbin Bancin
Ebsan B. Hutabarat
Robert F. Silaban
Ebet Naiggolan
Batara H Silalahi
Mangantar Butarbutar
Matiar Sitorus
Eli Maranatha Sibarani
Osten Matondang
Hery Simanunungkalit
Manaek Simanungkalit
Pahala J. Simanjuntak
Esti Marlina Sirait
Moratua Simamora
Edison Berutu
Juwita Pasaribu
Lasni Rohana Hutauruk
Afrida Marito Hutapea,MM
Tentu pertemuan seperti ini perlu ditindaklanjuti untuk menjalin persahabatan dan persaudaraan di sesama satu angkatan. Demikian kesepakatan kami yang dapat dibuahkan pada pertemuan ini.





