Kami menerima tulisan, artikel, laporan kegiatan dan saran-saran untuk dipublikasikan ke blog Pdt. Pahala J. Simanjuntak,MTh dengan mengirim e-mail ke: psh06simanjuntak@yahoo.com .

13 Januari 2011

Menyongsong Jubileum 150 Tahun HKBP

HKBP Penaggiran: Injil di tengah perkebunan Sawit

Usianya masih muda. Kurang lebih 20 tahun yang silam gereja ini dibangun. Awalnya dalam bentuk kebaktian rumah tangga dan lama kelamaan menjadi sebuah persekutuan kariawan dan staf PTPN VII Muara Enim. Memang ketika itu sudah ada persekutuan Kristen dalam bentuk Oikumene. Tidak lama kemudian para kariwan Batak yang datang dari Bona pasogit berencana untuk mendirikan gedung gereja dan memberi nama HKBP. Selanjutnya setiap minggu mereka mengadakan kebaktian minggu dan kegiatan gerejawi lainnya. Misalnya pesta Natal, Paskah, dan hari-hari besar lainnya. Keberhasilan pendirian gedung gereja hingga peresmiannya tentu tidak lepas dari pantauan dan arahan Majelis HKBP Palembang sebagai sabungan Ressort ketika itu. Jumlah jemaat 51 KK yang semuanya sebagai satf dan kariawan PTPN VII. Jumlah majelis ketika itu masih 5 orang dan mereka melayani secara maksimal. Akibat pertambahan warga jemaat perlu tenaga pelayan yang bersedia mempersembahkan dirinya. Sejak gereja ini diresmikan sebagai milik HKBP tetap memiliki pelayan penuh waktu. Kehadiran pelayan penuh waktu sangat diharapkan untuk menjalankan setiap kegiatan gerejawi. Mengingat waktu Majelis sangat terbatas dalam mengabdikan diri secara penuh waktu. Apa boleh but waktu para Majelis sangat terbatas karena jam kerja mereka mulai dari pagi hingga sore. Kadang kala hari Minggu juga digunakan untuk bekerja. Namun pelayanan mereka di gereja ini sangat menguntungkan kepada jemaat. Sebab seluruh jemaat merasakan sukacita ketika mereka boleh mendengar firman Allah di tengah perkebunan sawit ini. Pelayanan gereja tidak pernah diabaikan. Mulai dari kebaktian wijk, Sekolah Minggu, Persekutuan kaum Perempuan, sermon Majelis sampai kepada acara Minggu berjalan dengan baik. Secara bergantian majelis memimpin acara kebaktian sektor yang diadakan sekali seminggu. Secara bergantian warga jemaat mendapat giliran sebagai tuan rumah Demikian St. M. Lumbantobing menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran gereja HKBP di tempat ini.

Gereja yang berda di kompkes PTPN VII ini dibagun di atas lahan ½ ha, gedung gereja 15x 10 m terbuat dari gedung permanen yang mampu menampung 200-250 orang. Di dekat gereja berdiri rumah dinas gereja yang ditempati pimpinan Jemaat. Lahan gereja ini telah menjadi milik sendiri yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Ke depan mereka kan memiirkan pengurusan srtifikat tanah milik gereja ini. Sebab bangunan gereja tidak berada di lokasi perkebunan PTPN VII Muara Enim. Lokasi sekitar gereja tampak pohon sawit yang siap dipanen untuk menambah keuangan gereja.
HKBP Penanggiran salah satu jemaat cabang HKBP Ressort Plaju Distrik XV Sumbangsel dilayani oleh Gr. Simanungkalit. Bersama-sama dengan Ressort mereka akan merencanakan kegiatan dalam menyambut Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP. Pokoknya warga jemaat selalu mengutamakan kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan gereja. Secara sukarela memberikan partisipasinya demi terlaksananya kegiatan tersebut. Selain itu warga jemaat ini selalu hidup rukun dengan agama lain sebab mereka hidup sebagai satu komunitas yang bekerja di Perusahaan BUMN ini. Mereka juga merindukan kunjungan tamu warga jemaat dari luar serta kunjungan para hamba-hamba Tuhan untuk memberitakan firman Tuhan di tengah perkebunan sawit ini.

Tidak ada komentar: